Jumat, 04 Februari 2011

Aspirin dan Edelweiss

ini tentang gulungan waktu
detik di mana ribuan duri berserakan

mencoba hitung detik yang menyulam diri menjadi menit
mencari bukti atas lembar ruang yang berbicara

lewati sebuah perjalanan misteri
yang membelah rel -rel panjang menjemput tujuan
mendaki lereng
menaklukan ego dan kesombongan diri

kutitipkan waktu
dalam tawa kosong
di sela rimbun pucuk pohon pinus

edelweiss diam membisu
mungkin dia butuh aspirin
sementara itu akan tetap membuatnya tersenyum
tegar
dalam tiupan angin gunung yang beku

hamparan ilalang tertinggal di sini
meranggas di lereng Rengganis
berselimut beludru langit lembah
bersujud di sepertiga malam NYA

1 komentar:

  1. notesq dgn judul plng aneh, so sad.
    ditulis utk seseorang yg mengajarkanq bagaimana menangis.

    BalasHapus