Sering sekali bertanya apa yah yang kira kira akan terjadi esok, dan ke mana takdir kira kira membawa kita ini.
Berputarnya waktu begitu cepatnya namun kadang sesuatu yang kita tunggu justru berlangsung begitu lambat, bertele tele bahkan cenderung tidak selesai2. Kenapa bisa begitu yah? padahal sebagai manusia kita juga merasa telah berikhtiar......... tinggal menunggu garis takdir saja, cuma kok galau juga ya ternyata. Akhirnya gwe mencoba mengambil buku andalan " La Tahzan ", ketika bersedih dan dilanda keraguan sebaiknya kita memang kembali kepada yang di Atas, karena cuma Dia lah yang selalu ada.
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian,mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirikan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya..? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan..?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam ghaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita meyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tau bahwa kita akan sampai atau tidak di atas jembatan itu. Bisa jadi jalan kita akan terhenti sebelum sampai pada jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyebranginya.
**********************************************
Belakangan ini ada banyak hal yang aku cemaskan berkaitan dengan masa depan. Cukup berat memikirkannya hingga kemudian aku sadar ini tak sehat buatku. Padahal selama ini aku cukup sering menjalani hidup aku di depan tanpa rencana yang tertulis dengan rapi di dalam memori otakku. Aku jalani hidup dengan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja. Ibarat musafir yang pergi tanpa membawa cukup bekal makanan namun ia yakin di tengah jalan yang ia lalui nanti, akan ada pertolongan dariNya, membukakan jalan bagi dirinya.
Lalu kenapa sekarang aku harus cemas tentang hari esok ya..? ah.. payah….
Untunglah ada La Tahzan yang menemani aku… Dan ketika aku membaca kutipan dari buku itu di atas, rasanya aku harus optimis lagi.
Memang, bukan berarti aku menjalani hari depan dengan tanpa planning namun setidaknya aku tak pantas galau dengan apa yang akan terjadi padaku di hari esok. Setidaknya aku telah berusaha berbuat yang terbaik, menjadi yang terbaik bagi orang yang aku sayangi dan setelah itu aku kembalikan apa yang akan menimpaku padaNya.
*********************************************
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab hari ini Anda ( kita semua ) sudah sangat sibuk. !! Besyukurlah dengan hari ini….
“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.”
(QS. An-Nahl : I)
“Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.”
(QS. Al-Baqarah: 268 )